Pradiksar adalah gerbang awal untuk menjadi anggota UKM KAMAPALA IKIP
PGRI Semarang. Dalam Pradiksar dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama,
Pradiksar Ruang. Pada Pradisar Ruang Calon Anggota mendapat meteri
berupa teori mengenai Keorganisasian, sejarah KAMAPALA sendiri dan
materi tiap divisi dalam KAMAPALA.
Divisi dalam KAMAPALA ada lima Divisi. Divisi tersebut antara lain:
1. Divisi Mountenering
2. Divisi Rock Climbing
3. Divisi Caving
4. Divisi Lingkungan Hidup (LH)
5. Divisi SAR
Pada Pradiksar Ruangan yang ke-22 terdaftar ada 29 Peserta. Dalam
Pradiksar Ruang peserta belum menjadi anggota KAMAPALA atau Anggota Muda
( AM ).
Kedua,
Pradiksar Lapangan yaitu kegiatan kedua setelah materi ruang. Pradiksar
Lapangan kegiatan berupa aplikasi langsung tiap Divisi. untuk menjadi
Anggota KAMAPALA peserta wajib mengikuti serangkaian kegiatan Pradiksar
Lapangan. Pada Pradiksar Lapangan terdaftar 12 peserta yang selanjutnya
menjadi Anggota KAMAPALA Angkatan XXII. Anggota Muda Angkatan XXII
tersebut diantaranya 7 laki-laki dan 5 perempuan. Kegiatan Pradiksar
Lapangan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9-11 Desember 2012
bertempat di Goa Kiskendo Kendal.
Diharapkan nanti Anggota Baru KAMAPALA Angkatan XXII tetap semangat
dalam kegiatan KAMAPALA berikutnya. Selamat Bergabung Bersama Keluarga
besar UKM KAMAPALA IKIP PGRI Semarang. Kami tunggu kalian dalam Kegiatan
selanjutnya DIKSAR XXII.
“ Jangan berkata tidak sebelum bertindak”
KAMAPALA............ JAYA!
Salam Lestari...
Rabu, 26 Desember 2012
Minggu, 22 Januari 2012
Bermandi Hujan di Gunung Slamet
GunungSlamet
Ketinggian
3.428 meter (- kaki)
Daftar
Ribu
Lokasi
Lokasi Banyumas dan Pemalang, Jawa Tengah Indonesia
Koordinat
Ketinggian
3.428 meter (- kaki)
Daftar
Ribu
Lokasi
Lokasi Banyumas dan Pemalang, Jawa Tengah Indonesia
Koordinat
7°14′30″LS,109°12′30″BT
Gunung Slamet itulah biasa masyarakat menyebutnya. Kenapa sebuah gunung
yang gagah itu disebut Slamet? Belum ada asal usul mengenai nama
tersebut. Tetapi gunung yang gagah itu telah banyak memberi penghidupan
bagi penghuninya dan masyarakat sekitar Gunung Slamet.
Gunung Slamet (3.428 mdpl) adlah gunung berapi aktif yang terletak di
pulau Jawa, tepatnya di Provinsi Jawa Tengah. Gunung ini berada di
perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal dan
Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, dan merupakan yang tertinggi
di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung
Semeru. Terdapat empat kawah di puncaknya yang semuanya aktif. Gunung
Slamet merupakan salah satu gunung yang menjadi tujuan ekspedisi para
pendaki, baik dari wilayah setempat maupun wilayah lainnya. Gunung ini
mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan
Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Jalur pendakian Gunung Slamet tidak Cuma satu, tetapi yang biasa di
lewati adalah julur bambangan, desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja
Purbalingga. Ada juga jalur yang bisa mengasah adrenalin kita yaitu
jalur Baturraden, Purwokerto. Tetapi jalur ini biasa dilalui oleh
pendaki yang suka dengan kegiatan ekstrem.
Mendaki gunung memang mengasikkan, apalagi bisa sampai hal yang dituju
biasa disebut puncak. Seorang pendaki dapat sampai puncak memilki
kepuasan tersendiri. Tetapi sebenarnya hal yang lebih mengasikkan adalah
perjalanan kita saat mendaki gunung. Memang jarang orang sadar bahwa
hal yang menyenangkan adalah saat perjalanan. Di dalam perjalanan banyak
sekali rintangan untuk menuju tujuan pendakiaan yaitu puncak. Hal
itulah yang kami rasakan saat mendaki dan menuruni Gunung Slamet.
Perjalanan kami dimulai hari Jum’at tanggal 30 Desember 2011. Aku
bersama dua temanku yaitu Udin dan satunya lagi Laela, dia adalah
satu-satunya cewek dalam perjalanan kali ini. Pendakian ini sudah lama
kami rencanakan sekalian untuk merayakan pergantian tahun dan njuga
memperingati hari ultahnya Laela yaitu bertepatan tanggal 1 Januari.
Rencana ini banyak yang mau ikut, tetapi hanya kami yang
melaksanakannya. Sebelum berangkat, seperti biasa kami kumpul dirumah
kecil kami base camp KAMAPALA. Dirumah inilah kami mempersiapkan segala
sesuatunya dalam perjalanan.
Sambutan alam yang mengasikkan telah dimulai. Tangisan bidadari dari
surge telah menyambut perjalanan kami. Hamper saja kami dikalahkan oleh
hujan. Melihat persiapan yang cukup matang kami tetap melanjutkan
perjalanan. Kami keluar dari base camp sekitar jam 16.00 WIB (Waktu
Insya Allah Berubah) he….he…. 4 jam di sepanjang perjalanan kami
bermandi air hujan. Jam 22.00an waktu setempat kami tiba di kota
Pemalang, dinner di Alun-alun Pemalang sekaligus istirahat sejenak.
Setelah dirasa istirahat cukup kami lanjut perjalanan.
Dari kota Pemalang kami melaju motor kami menuju Randudongkal,
disepanjang perjalanan jalanan sunyi. Setelahh melewati Randudongkal
tujuan selanjutnya adalah Moga. Dari Moga ke Bambangan ini jalanan lebih
sunyi senyap lagi karena disini sudah mulai mendekati lereng gunung
Slamet. Ini pertama kali kami mendaki gunung Slamet jadi kami belum tau
pasti jalanan menuju bambangan, kami percayakan kepada Allah. Waktu
hamper mendekati tengah malam, berkat Allah kami diberi kesempatan untuk
melanjutkan perjalanan yaitu dengan keluarnya bapak dari rumah untuk
meronda, sehingga kami bisa bertanya mengenai jalan menuju ke Bambangan.
Desa
terakhir telah terlihat, kamipun merasa senang karena kami bisa juga
sampai di Bambangan. Ternyata bukan kami saja yang ingin mendaki gunung
Slamet. Basnyak juga teman-teman yang akan mendaki, mereka kebanyakan
dari Jakarta, Bekasi, Orang Sunda, Yogjakarta dan lain-lain daerah, yang
terpenting adalah bahwa waktu itu ramai banyak orang.
Perjalanan pendakian pagi setelah semalam beristirahat sejenak untuk
mengisi tenaga. Perjalanan tanpa ada kendala apapun hanya rintikan hujan
saat kami beristirahat dipos 1. Hujan yang tak deras tapi yang juga
kunjung reda. Dari pos 1 sampai pos 5, perjalanan hanya bias melihat
rimbunnya hutan. Rintik-rintik air membasahi daun-daun menambah
keindahan bagi perjalanan kami. Jalan setapak tak lagi Nampak sebagai
jalan yang layak untuk dilewati hanya lumpur yang tersisa. Semua itu tak
menyurutkan langkah kami, malah membuat kami lebih semangat. Angin
dingin menerobos melewati sela-sela jas hujan yang kami pakai. Dingin
sudah mulai terasa. Sampai di pos 5 kami tentukan untuk beristirahat
semalam disitu, kemudian melanjutkan perjalanan kepuncak keesokan
harinya.
Pagi telah tiba begitu cepatnya. Perjalanan dilanjutkan. Dari pos 5
sampai pos 7 suasana hamper seperti perjalanan dari pos 1 sampai pos 5,
tetapi hutan dari pos 5 ke pos 7 kelebatannya berkurang karena vegetasi
mendekati batasnya. Batas vegetasi adlah pos 8. Dari pos 8 hanya ada
batu kerikil yang beranekaragam bentuk dan ukuran. Bebatuan disini labil
sehingga sedikit hati-hati dalam berjalan.
Puas melihat puncak saatnya untuk perjalanan turun. Perjalanan turun
tak jauh beda, hujan yang siap menemani langkah kaki inci demi inci.
Traqk ada sisa yang kami tinggalkan hanya jejak yang lambat laun tersapu
oleh air hujan dan kenangan yang tersimpan dalam lukisan foto dan
goresan kenangan dalam otak.
Slamet gunung yang mengasikan dan penuh akan misteri dan kenangan.
Sabtu, 18 Juni 2011
Festival Lingkungan Nasional
A.NAMA DAN TEMA KEGIATAN
NAMA KEGIATAN
“LombaFotografi dan Seminar Lingkungan Tingkat Nasional”
TEMA KEGIATAN
”Optimalisasi Peran Dunia Pendidikan Dalam Menyikapi Krisis Lingkungan”
B.BENTUK KEGIATAN
1.Lomba FotografiLingkunganNasional
2.Seminar Lingkungan Nasional
C.WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
1.Lomba Fotografi
a.Pengiriman Foto (pendaftaran)
Hari : Senin – Minggu ( setiap hari)
Waktu : 09.00 – 20.00 WIB
Tanggal : Mulai 18 Mei-paling lambat Rabu, 13 Juli 2011 (cap pos)
Tempat : Base camp KAMAPALAIKIP PGRI Semarang
Jl. Lontar No.1 Gedung PKM Lantai 1 Sidodadi Timur, Semarang 50125
b.Penjurian
Hari : Kamis & Jum’at
Tanggal :14 & 15 Juli 2011
c. PamerandanPengumuman hasil lomba Foto
Hari : Sabtu
Tanggal : 16 Juli 2011
Tempat : Ruang seminar GU lantai 2IKIP PGRI Semarang
NB : - Pelajar sebesar Rp 15.000,-
- Mahasiswa dan Umum sebesar Rp 25.000.-
2. Seminar Nasional
a. Pendaftaran
Hari : Senin–Minggu (setiap hari)
Waktu : 09.00 – 20.00 WIB
Tanggal : Mulai 18 Mei-paling lambat Kamis, 16 Juni 2011
Tempat : Base camp KAMAPALA IKIP PGRI Semarang
b. Seminar
Hari : Sabtu
Waktu : 07.00 – 13.00 WIB
Tanggal : 18 Juni 2011
Tempat : Ruang Seminar Gedung Pusat Lantai 7 IKIP PGRI Semarang
NB : - Mahasiswa IKIP PGRI Semarang, Rp 25.000,-
- Mahasiswa luar IKIP PGRI Semarang dan Umum sebesar Rp 35.000.-
D. PESERTA
Sasaran kegiatan “Festival Lingkungan” antara lain :
1. Mahasiswa Perguruan tinggi se-Indonesia
2. Pelajar tingkat SMA/se-derajat se-Indonesia
3. Masyarakat umum
E. TROPHY DAN HADIAH
Bagi peserta Lomba foto “Optimalisasi peran Dunia Pendidikan dalam Menyikapi Krisis Lingkungan” akan memperebutkan Juara I, Juara II, Juara III dalam 2 kategori,yaitu pelajar dan mahasiswa serta umum :
1. Juara I Trophy dan uang pembinaan
2. Juara II Trophy dan uang pembinaan
3. Juara III Trophy dan uang pembinaan
• Semua peserta Lomba Fotografi mendapatkan piagam penghargaan
F. PERSYARATAN LOMBA
a. Format Foto
1. Tema Foto “Optimalisasi peran Dunia Pendidikan dalam Menyikapi Krisis Lingkungan”
2. Penerjemahan tema di atas ditekankan pada aspek pendidikan, kesenian dan lingkungan.
3. Foto berwarna (hasil kamera Analog atau Digital)
4. Foto natural tanpa editing (menyertakan CD berisi file foto)
5. Ukuran Foto 10 R
6. Foto dikirim tanpa dibingkai, tidak ditempel pada alas apapun
7. Dalam Foto tidak dicantumkan logo, coretan, tanda tangan atau hal lain yang bersifat non Fotografis
b. Kriteria Khusus
1. Visible (mudah dilihat)
2. Interesting (menarik)
3. Legitimate (mengikuti persyaratan
4. Simple (sederhana)
c. Kriteria Umum
1. Foto merupakan Hasil karya peserta sendiri, tidak terikat sewa menyewa dengan pihak lain.
2. Karya foto dikirim dalam amplop tertutup ke panitia. Ditulis di sudut kiri atas amplop :
Lomba Fotografi Lingkungan Nasional “Optimalisasi peran Dunia Pendidikan dalam Menyikapi Krisis Lingkungan”:
Dengan alamat : Base camp KAMAPALA IKIP PGRI Semarang, Jl. Lontar No.1 Gedung PKM Lantai 1 Sidodadi Timur, Semarang 50125
3. Menyertakan foto copy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)/SIM/KTP bagi mahasiswa, foto copy Kartu pelajar/Surat keterangan dari sekolah bagi pelajar. Dan menyertakan biodata diri peserta lomba (guna kelengkapan sertifikat lomba dan konfirmasi bagi pemenang) meliputi nama, alamat, asal universitas/sekolah, telp/Hp, judul foto.
4. Menyertakan judul, lokasi pemotretan, beserta deskripsi Foto diketik di lembar tersendiri
5. Membayar kontribusi pendaftaran Rp 15.000,- untuk pelajar dan Rp 25.000,- untuk mahasiswa umum. Bisa secara langsung atau dikirim ke rekening Bank BRI 0609-01-008333-50-4 atas nama Risky Sawitra.
6. Bila dikemudian hari diketahui ada pelanggaran maka segala atribut pemenang akan dicabut (Diskualifikasi)
7. Keputusan dewan juri mutlak dan Foto hasil lomba menjadi hak milik panitia
Senin, 06 September 2010
Aidil Fitri 1431 H
Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar...
La ila ha Ilallahu Allahu akbar, Allahu akbar Walillahilham....
Segenap Keluarga besar KAMAPALA IKIP PGRI Semarang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.
Minal Aidin wal faidin Taqabalallahu minna wa minkum Siyamana wa siyamakum Taqabbal ya karim. Mohon maaf lahir dan batin.
Semoga di hari nan fitri segala khilaf dan dosa diampuni oleh Nya dan kita kembali menjadi manusia yang suci baik hati maupun pikiran. Ibarat kita masuk pada sebuah hutan asri nan sejuk, paru-paru kita yang semula kotor oleh polusi udara mendapatkan terapi alamiah yang membuat kita segar kembali.
Kita sambung lagi jalinan tali persaudaraan yang mungkin pernah putus oleh khilaf yang tak disadari...
Salam Lestari....
La ila ha Ilallahu Allahu akbar, Allahu akbar Walillahilham....
Segenap Keluarga besar KAMAPALA IKIP PGRI Semarang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.
Minal Aidin wal faidin Taqabalallahu minna wa minkum Siyamana wa siyamakum Taqabbal ya karim. Mohon maaf lahir dan batin.
Semoga di hari nan fitri segala khilaf dan dosa diampuni oleh Nya dan kita kembali menjadi manusia yang suci baik hati maupun pikiran. Ibarat kita masuk pada sebuah hutan asri nan sejuk, paru-paru kita yang semula kotor oleh polusi udara mendapatkan terapi alamiah yang membuat kita segar kembali.
Kita sambung lagi jalinan tali persaudaraan yang mungkin pernah putus oleh khilaf yang tak disadari...
Salam Lestari....
Rabu, 12 Mei 2010
Pendaki Harus Peduli
KAMAPALA IKIP PGRI Semarang mengajak rekan-rekan semua untuk
melakukan pendakian masal di gunung ungaran sekaligus kita melaksanakan
bersih jalur dari mawar sampai gedung songo. kenapa kita harus peduli
?karena kita mengaku pecinta alam kalau emang anda peduli terhadap
lingkungan khususnya tempat bermain orang-orang yang ngakunya pecinta
alam ayo gabung bersama kita DALAM ACARA PENDAKIAN MASAL DAN BERSIH
JALUR MAWAR SAMPAI DENGAN GEDONG SONGO untuk melakukan hal kecil buat
gunung ungaran yang akan membawa dampak yang sangat berguna bagi kita
semua.
ACARA DILAKSANAKAN PADA :
HARI : SABTU-MINGGU
TANGGAL : 22-23 MEI 2010
PENDAFTARAN PALING LAMBAT 20 MEI 2010 (SAAT PELAKSANAAN TM)
FASILITAS :
GAME ADLENALINE
TRANSPORTASI PP
KAOS KEGIATAN
SETIKER
MAKAN 2 KALI
AKOMODASI TEMPAT WISATA BASE CAMP MAWAR DAN GEDONG SONGO
DAN TENTUNYA TEMEN BARU SERTA PENGALAMAN YANG TAK AKAN TERLUPAKAN
BAGI YANG BERMINAT BISA DAFTAR LANGSUNG KE BASE CAMP KAMAPALA IKIP PGRI SEMARANG JL.LONTAR NO 1 (GEDUNG PKM Lt.1) ATAU HUBUNGI
TIAN (085290204888)
TAUFIK (08996567604)
ALLIF (085642620540)
PESERTA TERBATAS HANYA UNTUK 50 PENDAFTAR YANG MENBAYAR LUNAS
TERIMA KASIH
"SEBENARNYA BUKAN ALAM YANG HENDAK KAMI TAKLUKKAN MELAINKAN EMOSI, EGO, SERTA KEBERSAMAAN YANG COBA KAMI JAGA DAN KENDALIKAN"
ACARA DILAKSANAKAN PADA :
HARI : SABTU-MINGGU
TANGGAL : 22-23 MEI 2010
PENDAFTARAN PALING LAMBAT 20 MEI 2010 (SAAT PELAKSANAAN TM)
FASILITAS :
GAME ADLENALINE
TRANSPORTASI PP
KAOS KEGIATAN
SETIKER
MAKAN 2 KALI
AKOMODASI TEMPAT WISATA BASE CAMP MAWAR DAN GEDONG SONGO
DAN TENTUNYA TEMEN BARU SERTA PENGALAMAN YANG TAK AKAN TERLUPAKAN
BAGI YANG BERMINAT BISA DAFTAR LANGSUNG KE BASE CAMP KAMAPALA IKIP PGRI SEMARANG JL.LONTAR NO 1 (GEDUNG PKM Lt.1) ATAU HUBUNGI
TIAN (085290204888)
TAUFIK (08996567604)
ALLIF (085642620540)
PESERTA TERBATAS HANYA UNTUK 50 PENDAFTAR YANG MENBAYAR LUNAS
TERIMA KASIH
"SEBENARNYA BUKAN ALAM YANG HENDAK KAMI TAKLUKKAN MELAINKAN EMOSI, EGO, SERTA KEBERSAMAAN YANG COBA KAMI JAGA DAN KENDALIKAN"
Sabtu, 24 April 2010
Hari Bumi 2010
Hari bumi pertama kali diselenggarakan di Amerika serikat tanggal 22 April 1970 atas prakarsa seorang senator Gaylord Nelson,Embrio gagasan hari bumi dimulai sejak ia menyampaikan pidatonya di Seattle tahun 1969, tentang desakan untuk memasukkan isu-isu kontroversial, dalam hal ini lingkungan hidup, dalam kurikulum resmi perguruan tinggi mengikuti model teach in mengenai masalah anti perang. Gagasan Nelson mendapat dukungan yang mencengangkan dari masyarakat sipil.dukungan ini terus memuncak dengan menggelar peringatan hari bumi yang monumental.majalah Time memperkirakan bahwa sekitar 20 juta orang turun ke jalan pada 22 April 1970. Nelson menyebutkan fenomena ini sebagai ledakan akar rumput yang sangat mencengangkan dimana masyarakat umum sungguh peduli.
Munculah gagasan peringatan Hari Bumi setiap tanggal 22 April. Biasanya temen-temen MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) pada Hari Bumi malakukan aksi-aksi seperti aksi cabut paku, penanaman mangrove, aksi pemberian pohon, aksi sosialisasi lingkungan dikampus dan sebagainya. Tanpa terkecuali KAMAPALA (Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam ) IKIP PGRI Semarang. Kami bekerjasama dengan BEM FPBS (Fakultas Bahasa dan Seni), melakukan aksi sosialisasi dengan mengajak temen-temen Mahasiswa, Dosen dan Karyawan KAMPUS IKIP PGRI Semarang untuk mematikan mesin kendaraannya ketika masuk kedalam kawasan kampus. Mereka harus menuntun kendaraannya sampai tempat parkir. Tidak hanya itu, dari Anggota Muda KAMAPALA juga memasuki ruang kelas untuk mengajak temen-temen mahasiswa mengambil sampah yang ada didekatnya untuk dibiang ke-tong sampah.
Dengan tema“ Sekecil Apapun yang Kita Lakukan Untuk Lingkungan Besar Manfaatnya bagi Bumi Kita” diharapkan bahwa dengan aksi nyata ada sebuah kesadaran nurani bahwa dalam diri kita masih ada rasa apatis yang masih ada dalam diri ini. Jangan pernah menasehati murid-murid kalian tentang kebersihan, tentang cinta lingkungan, sedangkan kalian masih membuang plastic permen dan tisu bekas dijalan, dilantai kampus maupun dikelas. Jangan pernah

Sabtu, 27 Maret 2010
Pendidikan di Kamapala

Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala karuniaNya
kepada kita semua, sehingga terbitlah KAMAPALA news edisi perdana ini.
|
Dengan
terbitnya news ini diharapkan agar pembaca lebih peduli terhadap
lingkungan yang merupakan tempat bermain yang indah dan sumber kehidupan
bagi manusia dan seisi bumi ini.
“ Semoga alamku ini lebih hijau dan terjaga keutuhannya”
Pradiksar Ruangan
Awal
penerimaan anggota baru KAMAPALA IKIP PGRI Semarang dimulai dari
pradiksar ruangan (Pra Pendidikan Dasar Ruangan) sampai yang terakhir
adalah pelantikan. Pradiksar ruangan merupakan pendidikan wajib yang
harus diikuti bagi calon anggota KAMAPALA. Di sini para peserta akan
diperkenalkan dengan semua anggota yang telah mendahului mereka
berkecimpung di organisasi Pecinta Alam ini. Mereka
juga akan mendapatkan pembekalan materi yang meliputi : tehnik
pendakian, menejemen perjalanan, keorganisasian, panjat tebing, caving,
tali-temali, kepencintaalaman. (konsevasi, dan diskusi masalah lingkungan, ). Jadi materi yang mereka dapatkan tidak hanya monoton materi tentang lingkungan tetapi juga materi yang berhubungan dengan minat bakat mereka.
Sebagai organisasi pecinta alam, KAMAPALA sendiri memiliki spesifikasi dalam bidang lingkungan. Meskipun tidak menutup kemungkinan KAMAPALA menaungi temen-temen yang memang mempunyai keinginan
untuk mengembangkan bakatnya dalam panjat tebing, panjat gunung, susur
gua, maupun ingin menjadi tim SAR. Untuk materi lingkungan kita ajak
peserta dengan berdiskusi tentang isu-isu lingkungan kontemporer,
sedangkan untuk masalah bakat dan minat mereka diberikan teori dan
praktek didalam kelas.
Pradiksar ruangan
dilaksanakan pada pertengahan bulan september tanggal 17-20. Kegiatan
itu berlangsung selama 4 hari. Materi disampaikan oleh teman-teman yang
sudah menjadi anggota tetap KAMAPALA, sesuai dengan divisi yang diemban.
Jadi , temen-temen yang sudah menjadi anggota tetap KAMAPALA bisa
mentransfer ilmu mereka pada Pradiksar Ruangan ini. Diharapkan kegiatan
ini dapat menyadarkan peserta untuk andil memberikan
sumbangsih pemikiran maupun aksi mangenai masalah lingkungan. Dan
minimal mereka tahu bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan di KAMAPALA
terutama dalam pengembangan hobi maupun bakat, sehingga menghapus
mainstream bahwa pecinta alam kegiatannya hanya mendaki gunung dan
bersenang-senang.
No KAMAPALA No lifes
”JIKA
HARI INI BURUNG KUTILANG, BURUNG JALAK, BURUNG PERKUTUT SUDAH
MENGHILANG MUNGKIN SUATU SAAT NANTI CICAK, CACING, TOKEK, ULAR, TENGU JUGA AKAN MENGIKUTINYA.........BAHKAN MANUSIA”
By Copet
Pradiksar Lapangan
Dari materi ya
ng
telah disampaikan pada pradiksar ruangan, harus ada follow up bagi
anggota muda untuk mengaplikasikannya secara langsung dilapangan.
Sehingga mereka merasakan apa yang didapatkan dalam pradiksar ruangan dapat diaplikasiakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini tentunya dilaksanakan di out door atau alam terbuka.
Mungkin ini merupakan kegiatan yang sangat tidak bisa dilupakan oleh
para peserta, karena dalam kegiatan ini diisi dengan materi yang sangat
mengesankan dimana hal itu mungkin tak pernah dialami sebelumnya oleh
peserta. Dari seluruh rangkaian kegiatan yang paling menyenangkan yaitu
rappeling, karena kita harus meluncur dari ketinggian 20 meter dan
melewati terjalnya tebing dengan menggunakan alat bantu utama
cernmantle. Dan tak kalah asyiknya juga yaitu dengan panorama keindahan
alam bawah tanah yang dibentuk oleh sedimentasi air selama ratusan
bahkan ribuan tahun yang lalu. keindahan alam yang dimaksudkan ini dapat
ditemui ketika caving/penelusuran gua.
Selain
itu banyak materi-materi yang memacu adrenalin kita seperti panjat
tebing. Peserta memanjat tebing asli dengan ketinggian sekitar 10 meter
By Sentet
PENDIDIKAN DASAR
Perjalanan dari Kampus
Tanggal
17 start awal kita untuk memulai perjalanan menuju tempat Pendidikan
Dasar, tepatnya Gunung Merbabu yang sejak 2004 bukan menjadi milik
perhutani tetapi milik Balai Taman Nasional Gunung
Merbabu. Kami berangkat dari basecamp KAMAPALA IKIP PGRI Semarang
menggunakan bus jurusan Semarang-Salatiga. Kami berjumlah
23 orang (13 panitia + 10 peserta) langsung memenuhi bus yang kami
tumpangi karena tas-tas carrier yang kami bawa juga memerlukan tempat
untuk menaruhnya. Pengamen-pengmen yang masuk kedalam bus membuat
suasana semakin rame, seolah-olah mereka telah kita bayar untuk
menyanyikan beberapa lagu atas keinginan kita. Ada yang bercanda satu
dengan yang lainnya, ngobrol dengan penumpang lain, mendengarkan lagu
yang dinyanyikan pengamen meski tidak tahu apa yang dinyanyikan nya, ada
yang memikirkan sesuatu entah itu apa, bahkan ada yang tidak sadar lagi
alias turu (tidur).
Pukul
11.23 kita sampai Kopeng, Salatiga. Kenyamanan kita terganggu setelah
sekitar 2 jam tidur didalam bus. Untuk mencapai Basecamp Cuntel dikaki
Gunung Merbabu kita harus menaiki 1 angkot lagi. Meski angkot sangat
banyak , tapi kita memilih yang kosong supaya kita bisa duduk santai
menikmati perjalanan tanpa harus berdiri seperti didalam bus tadi.
Sekitar 45 menit kita sampai dipertigaan menuju Basecamp Cuntel, sekitar
3 km. Akhirnya perjalanan mengunakan bus / angkot selesai , sekarang take a walk.
Let’s take a walk
Dari sini, simpang 3 menuju Base
Camp Cuntel tepatnya area wisata Umbul Songo kita awali langkah kita
untuk berjalan. Mulai merasakan berat tas carrier yang dibawa setelah
hampir 4.5 jam kita duduk dibus dan angkot. Kita hanya melihat
rumah-rumah yang saya anggap itu motel atau losmen tapi disitu tertera
papan nama besar HOTEL.ini adalah pemandangan awal kita untuk mencapai
Base Camp Cuntel.
Materi Navigasi Darat & PPGD
(Pertolongan Pertama Gawat Darurat)
Hampir
1,5 jam kita istirahat, checking peralatan mana yang akan kita bawa dan
kita tinggal disini. Setelah itu packing. Sebelum melakukan pendakian
kita melakukan streching untuk meminimalisir penyakit ringan yang biasa
menghinggapi para pendaki, keseleo, kram, sakit perut, pegel linu, encok
dan sebaginya. Rencananya Di Pos II kita akan Nge-Camp satu malam.
Disini kita akan mempraktekan langsung materi Navigasi Darat &
PPGD. Untuk materi Navigasi Darat mereka akan mengaplikasikan cara
menggunakan kompas, menentukan azimut, back azimut. Sedangkan materi
PPGD (Pertolongan Pertama Gawa Darurat)temen-temen peserta
Nge-Camp di Pos III
Tempat
yang menyejukkan, hamparn yang cukup luas. Hijau dan sangat indah untuk
dipandang. Inilah surga kita kawan. Dari pos II ke pos III yang cukup
melelahkan karena sebelumnya sudah ada materi di pos II. Kehujanan,
semua panitia dan peserta sama, basah oleh rintik hujan yang tidak
lembut lagi. Mulai dari sini kita akan di uji. Para peserta di diamkan
dulu di pos III untuk merlihat kondisi mereka seberapa kuat. Setelah itu
di lanjut dengan pendirian tenda bagi peserta, kami panitia telah
mendirikan tenda terlebih dahulu pada saat hujan.
Pencarian Bedge Bendera Merah Putih & Syal KAMAPALA
Hari
itu telah memasuki hari ke-3 pendidikan, setelah melaksanakan survival
selama 1 hari penuh, nampak raut wajah peserta yang mulai merasa
keletihan, dan diselimuti kabut dingin di Pos 3 yang senantiasa menemani
perjuangan mereka. Pukul 13.00 hari Jum’at, hujan deras menyambut kami,
namun materi pendidikan harus terus berlanjut, dalam guyuran hujan peserta harus berjalan dari Pos 3 turun menuju Pos 2.
Perjalanan kePuncak
Perjalanan
dimulai dengan dibangunkannya peserta pukul tiga pagi. Dengan perasaan
malas karena kami tak terbiasa dengan hawa dingin kami pun berkumpul.
Setelah semua berkumpul, kami diberi kesempatan untuk persiapan
perjalanan ke puncak. Kami kembali ke tenda kelompok masing-masing. Kami mempersiapkan
apa saja yang kami bawa dalam perjalanan. Kami mempersiapkan logistik
buat perjalanan dan buat kegiatan di puncak nanti dan tak lupa mengisi
tenaga sebelum perjalanan. Setelah semua siap, kami melakukan pemanasan
agar badan hangat dan tidak terjadi kram pada waktu perjalanan. Semua
siap buat perjalanan ke puncak. Perjalanan di pandu oleh ketua panitia
yaitu Dempul terus di ikuti oleh semua peserta danpanitia yang lain.
Dalam perjalanan kami mendapat kendala sedikit. Ada peserta yang
kecapaian sehingga sedikit menghambat perjalanan. Tetapi masalah
tersebut dapat diatasi oleh leader kelompok dan dengan bantuan panitia.
Medan yang lewti cukup sulit bagi kami yang masih pemula mendaki. Dari
medan naik hingga turun kami selalu berhati-hati karena penerangan yang
kami bawa kurang mencukupi dalam perjalanan ke puncak. Peserta kurang
bisa mengatur posisi untuk istirahat jadi tenaga terkuras dengan cepat.
Dalm perjalanan kami melewati pos pemancar, pos heliped, jembatan setan,
geger sapi, dan tiba di puncak sarip. Saat puncak terlihat kmi kembali
semangat. Dengan semangat tersebut kami memantapkan langkah untuk segera
mencapai puncak. Terhitung kami masih pemula jadi perasaan kami sangat
senang walaupun tidak sampai puncak tertinggi tetapi sampai puncak
sarip.
Perjalanan Pulang
Sekitar
jam 1 kami sampai di tempat Nge-camp kita Pos III, panas,meski kita
berada di ketinggian 2.740 m, lapar, pusing semua perasaan berkecamuk
dalam satu pikiran membentuk satu visi ”ingin cepat pulang”.
Langganan:
Postingan (Atom)





