Rabu, 22 April 2015

HARI BUMI 2015



   Hari Bumi Sedunia merupakan hari pengamatan tentang bumi yang diperingati secara internasional setiap tahunnya pada tanggal 22 April. Hari Bumi pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggali oleh manusia saat ini yaitu Bumi. Pertama kali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970. Dia adalah seorang pengajar di bidang disiplin ilmu lingkungan hidup. Tanggal ini sebenarnya bertepatan dengan waktu musim semi di daerah Northern Hemisphere pada belahan Bumi utara dan waktu musim gugur pada belahan Bumi selatan.
United Nation (UN) atau PBB memperingati hari Bumi sedunia pada tanggal 20 Maret yang merupakan sebuah tradisi dari aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969. Tanggal tersebut merupakan hari dimana matahari berada tepat di atas khatulistiwa atau dikenal dengan istilah Ekuinoks Maret. Saat ini hari bumi diperingati oleh 175 negara dan secara global telah dikoordinasi oleh Jaringan Hari Bumi atau Earth Day Network.
           Hari Bumi awalnya diprakarsai oleh masyarakat serta diperingati oleh LSM dan organisasi di bidang pelestarian lingkungan hidup, sedangkan Hari Lingkungan Sedunia diperingati berdasarkan Konferensi UN tentang Lingkungan hidup yang berlangsung pada 5 Juni 1972 di Stockholm.      Tanggal konferensi tersebut kemudian ditetapkan menjadi Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Indonesia berpartisipasi dalam konferensi tersebut dan diwakili oleh Prof. Emil Salim yang menjabat sebagai Kepala Bappenas. Hari Lingkungan

Kamis, 16 April 2015

pendakian Massal #3 bersama kamapala
Mt.Merapi 2968 mdpl via.selo Boyolali
"Kobarkan semangatmu bagaikan lava pijar yang menyala"
16-17 mei 2015 || IDR 75K
fasilitas :
*transportasi PP
*makan 2x
*snack
*T-shirt (bagi 50 pendaftar pertama)
*sticker
*teman baru
*penngalaman, dll
registrasi langsung ke.basecamp kamapala gedung pkm Lt.1 univ. PGRI Semarang
more info 085640679263 (rohim) , 6285641578481 (annisa) || pin: 31711FB0 || @kamapala_pgri
terimakasih dan mohon disebarluaskan
Salam Lestari !!!


Jangan Berkata Tidak Sebelum Bertindak!!

UNTUK ANDONG YANG LEBIH BERSIH BERSAMA KAMAPALA






Andong merupakan gunung yang terletak di Kecamatan Ngablak dengan ketinggian 1726 mdpl, untuk naik ke Gunung Andong ini dapat di tempuh selama 1-2 jam melalui jalur Pendem yang berada di Dusun Pendem, Kelurahan Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Pada saat ini begitu banyak para peminat untuk mendaki gunung salah satunya Gunung Andong, banyaknya pendaki tersebut menjadikan Gunung Andong sebagai tujuan untuk mendaki pemula, ketinggian yang efisien karena perjalanan untuk mencapai puncak tidak membutuhkan waktu lama, sehingga di sepanjang perjalanan maupun sampai puncak terdapat sampah dari pendaki- pendaki yang tidak mau membawa turun sampahnya.
Untuk itu kami melaksanakan kegiatan yang setiap tahunnya pasti ada dalam program kerja KAMAPALA yaitu “Bakti Lingkungan”. Bakti lingkungan ini bertujuan melatih AM (Anggota Muda) KAMAPALA untuk menjadi panitia, karena acara ini di panitia oleh mereka dan senior hanya sekedar mendampingi. Awal yang baik untuk melatih kemampuan mereka untuk berorganisasi. Setiap tahunnya bakti lingkungan yang dilaksanakan perangkatan pasti berbeda-beda, tahun ini Anggota Muda kami melaksanakan kegiatannya di gunung andong.
Sesuai dengan tema kami “Lestari Alamku Hijau Pohonku”, oleh karena itu kami sebagai

Senin, 15 Desember 2014

PROFIL KETUA UMUM KAMAPALA 2014-2015





Nama                             : Indra Pratomo
Tempat, Tgl Lahir          : Tegal, 13 Mei 1992
Alamat                            : Desa Wotgalih RT 03/04
                                          Kec. Jatinegara Kab. Tegal
NJA                                : KMPL. 11. ALS. XXI. 173
Nama Lapangan             : Plolor
Pengalaman                    : Kadiv. Rock Climbing 2012-2013
                                          Kabid. Diklat 2013-2014


 Inilah sosok Ketua Umum UKM Kamapala Universitas PGRI Semarang untuk periode 2014-2015. Seperti pada biodata di atas, dia biasa dipanggil Indra untuk teman-temannya tetapi dikalangan Mapala biasa dipanggil Plolor. Sebelum diamanahi untuk memimpin Kamapala periode 2014-2015 dia pernah menjabat sebagai Kadiv. RC pada periode 2012-2013 dan Kabid. Diklat periode 2013-2014. Seorang yang sering terlihat pendiam ini tetapi memiliki pemikiran yang cerdas memiliki hobby bermain futsal. Di Universitas PGRI Semarang dia mengambil Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Tak hanya pandai dalam berorganisasi, tetapi juga dalam perkuliahan tak mau kalah. Inilah perkenalan singkat mengenai Ketua Umum UKM Kamapala Universitas PGRI Semarang periode 2014-2015. dipundak dia dan staff-staffnyalah kemajuan organisasi UKM Kamapala Universitas PGRI Semarang satu tahun ke depan. Selamat bekerja Pak Boss mari majukan rumah Kita UKM KAMAPALA UNIVERSITAS PGRI SEMARANG.

"JANGAN PERNAH BERKATA TIDAK SEBELUM BERTINDAK"

SALAM LESTARI!

Profil Kamapala Universitas PGRI Semarang

Sejarah Singkat 
UKM KAMAPALA Universitas PGRI Semarang merupakan wadah bagi mahasiswa Universitas PGRI Semarang yang mempunyai hoby Kepecintaalaman. KAMAPALA terbentuk pada tanggal 27 Desember 1990, yang merupakan ide atau gagasan dari salah satu Dosen Fakultas Pendidikan MIPA Universitas PGRI Semarang. Pada awal berdirinya Kamapala merupakan suatu organisasi atau wadah khusus bagi para mahasiswa Biologi FPMIPA untuk melakukan penelitian sebagai penunjang mata kuliah di jurusan tersebut. Pada awal berdiri, keanggotaan Kamapala bersifat wajib bagi para mahasiswa biologi. Pada tahun 2014 IKIP PGRI berganti nama menjadi Universitas, sehingga nama kamapala yang dulunya bernama Kamapala IKIP PGRI Semarang ikut berganti menjadi Kamapala Universitas PGRI Semarang begitupun lambang juga berganti seperti lambang sekarang.

"JANGAN BERKATA TIDAK SEBELUM BERTINDAK"

JAYA SELALU KAMAPALA-KU
SALAM LESTARI!

Rabu, 26 Desember 2012

PRADIKSAR XXII

Pradiksar adalah gerbang awal untuk menjadi anggota UKM KAMAPALA IKIP PGRI Semarang. Dalam Pradiksar dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, Pradiksar Ruang. Pada Pradisar Ruang Calon Anggota mendapat meteri berupa teori mengenai Keorganisasian, sejarah KAMAPALA sendiri dan materi tiap divisi dalam KAMAPALA. Divisi dalam KAMAPALA ada lima Divisi. Divisi tersebut antara lain: 1. Divisi Mountenering 2. Divisi Rock Climbing 3. Divisi Caving 4. Divisi Lingkungan Hidup (LH) 5. Divisi SAR Pada Pradiksar Ruangan yang ke-22 terdaftar ada 29 Peserta. Dalam Pradiksar Ruang peserta belum menjadi anggota KAMAPALA atau Anggota Muda ( AM ).
Kedua, Pradiksar Lapangan yaitu kegiatan kedua setelah materi ruang. Pradiksar Lapangan kegiatan berupa aplikasi langsung tiap Divisi. untuk menjadi Anggota KAMAPALA peserta wajib mengikuti serangkaian kegiatan Pradiksar Lapangan. Pada Pradiksar Lapangan terdaftar 12 peserta yang selanjutnya menjadi Anggota KAMAPALA Angkatan XXII. Anggota Muda Angkatan XXII tersebut diantaranya 7 laki-laki dan 5 perempuan. Kegiatan Pradiksar Lapangan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9-11 Desember 2012 bertempat di Goa Kiskendo Kendal. Diharapkan nanti Anggota Baru KAMAPALA Angkatan XXII tetap semangat dalam kegiatan KAMAPALA berikutnya. Selamat Bergabung Bersama Keluarga besar UKM KAMAPALA IKIP PGRI Semarang. Kami tunggu kalian dalam Kegiatan selanjutnya DIKSAR XXII. “ Jangan berkata tidak sebelum bertindak” KAMAPALA............ JAYA! Salam Lestari...

Minggu, 22 Januari 2012

Bermandi Hujan di Gunung Slamet

GunungSlamet

Ketinggian
3.428 meter (- kaki)
Daftar
Ribu

Lokasi
Lokasi Banyumas dan Pemalang, Jawa Tengah Indonesia

Koordinat
7°14′30″LS,109°12′30″BT

        Gunung Slamet itulah biasa masyarakat menyebutnya. Kenapa sebuah gunung yang gagah itu disebut Slamet? Belum ada asal usul mengenai nama tersebut. Tetapi gunung yang gagah itu telah banyak memberi penghidupan bagi penghuninya dan masyarakat sekitar Gunung Slamet.
         Gunung Slamet (3.428 mdpl) adlah gunung berapi aktif yang terletak di pulau Jawa, tepatnya di Provinsi Jawa Tengah. Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, dan merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Terdapat empat kawah di puncaknya yang semuanya aktif. Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang menjadi tujuan ekspedisi para pendaki, baik dari wilayah setempat maupun wilayah lainnya. Gunung ini mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
       Jalur pendakian Gunung Slamet tidak Cuma satu, tetapi yang biasa di lewati adalah julur bambangan, desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja Purbalingga. Ada juga jalur yang bisa mengasah adrenalin kita yaitu jalur Baturraden, Purwokerto. Tetapi jalur ini biasa dilalui oleh pendaki yang suka dengan kegiatan ekstrem.
       Mendaki gunung memang mengasikkan, apalagi bisa sampai hal yang dituju biasa disebut puncak. Seorang pendaki dapat sampai puncak memilki kepuasan tersendiri. Tetapi sebenarnya hal yang lebih mengasikkan adalah perjalanan kita saat mendaki gunung. Memang jarang orang sadar bahwa hal yang menyenangkan adalah saat perjalanan. Di dalam perjalanan banyak sekali rintangan untuk menuju tujuan pendakiaan yaitu puncak. Hal itulah yang kami rasakan saat mendaki dan menuruni Gunung Slamet.
        Perjalanan kami dimulai hari Jum’at tanggal 30 Desember 2011. Aku bersama dua temanku yaitu Udin dan satunya lagi Laela, dia adalah satu-satunya cewek dalam perjalanan kali ini. Pendakian ini sudah lama kami rencanakan sekalian untuk merayakan pergantian tahun dan njuga memperingati hari ultahnya Laela yaitu bertepatan tanggal 1 Januari. Rencana ini banyak yang mau ikut, tetapi hanya kami yang melaksanakannya. Sebelum berangkat, seperti biasa kami kumpul dirumah kecil kami base camp KAMAPALA. Dirumah inilah kami mempersiapkan segala sesuatunya dalam perjalanan.
         Sambutan alam yang mengasikkan telah dimulai. Tangisan bidadari dari surge telah menyambut perjalanan kami. Hamper saja kami dikalahkan oleh hujan. Melihat persiapan yang cukup matang kami tetap melanjutkan perjalanan. Kami keluar dari base camp sekitar jam 16.00 WIB (Waktu Insya Allah Berubah) he….he…. 4 jam di sepanjang perjalanan kami bermandi air hujan. Jam 22.00an waktu setempat kami tiba di kota Pemalang, dinner di Alun-alun Pemalang sekaligus istirahat sejenak. Setelah dirasa istirahat cukup kami lanjut perjalanan.
        Dari kota Pemalang kami melaju motor kami menuju Randudongkal, disepanjang perjalanan jalanan sunyi. Setelahh melewati Randudongkal tujuan selanjutnya adalah Moga. Dari Moga ke Bambangan ini jalanan lebih sunyi senyap lagi karena disini sudah mulai mendekati lereng gunung Slamet. Ini pertama kali kami mendaki gunung Slamet jadi kami belum tau pasti jalanan menuju bambangan, kami percayakan kepada Allah. Waktu hamper mendekati tengah malam, berkat Allah kami diberi kesempatan untuk melanjutkan perjalanan yaitu dengan keluarnya bapak dari rumah untuk meronda, sehingga kami bisa bertanya mengenai jalan menuju ke Bambangan.
Desa terakhir telah terlihat, kamipun merasa senang karena kami bisa juga sampai di Bambangan. Ternyata bukan kami saja yang ingin mendaki gunung Slamet. Basnyak juga teman-teman yang akan mendaki, mereka kebanyakan dari Jakarta, Bekasi, Orang Sunda, Yogjakarta dan lain-lain daerah, yang terpenting adalah bahwa waktu itu ramai banyak orang.

       Perjalanan pendakian pagi setelah semalam beristirahat sejenak untuk mengisi tenaga. Perjalanan tanpa ada kendala apapun hanya rintikan hujan saat kami beristirahat dipos 1. Hujan yang tak deras tapi yang juga kunjung reda. Dari pos 1 sampai pos 5, perjalanan hanya bias melihat rimbunnya hutan. Rintik-rintik air membasahi daun-daun menambah keindahan bagi perjalanan kami. Jalan setapak tak lagi Nampak sebagai jalan yang layak untuk dilewati hanya lumpur yang tersisa. Semua itu tak menyurutkan langkah kami, malah membuat kami lebih semangat. Angin dingin menerobos melewati sela-sela jas hujan yang kami pakai. Dingin sudah mulai terasa. Sampai di pos 5 kami tentukan untuk beristirahat semalam disitu, kemudian melanjutkan perjalanan kepuncak keesokan harinya.

        Pagi telah tiba begitu cepatnya. Perjalanan dilanjutkan. Dari pos 5 sampai pos 7 suasana hamper seperti perjalanan dari pos 1 sampai pos 5, tetapi hutan dari pos 5 ke pos 7 kelebatannya berkurang karena vegetasi mendekati batasnya. Batas vegetasi adlah pos 8. Dari pos 8 hanya ada batu kerikil yang beranekaragam bentuk dan ukuran. Bebatuan disini labil sehingga sedikit hati-hati dalam berjalan.

     Puas melihat puncak saatnya untuk perjalanan turun. Perjalanan turun tak jauh beda, hujan yang siap menemani langkah kaki inci demi inci. Traqk ada sisa yang kami tinggalkan hanya jejak yang lambat laun tersapu oleh air hujan dan kenangan yang tersimpan dalam lukisan foto dan goresan kenangan dalam otak.
Slamet gunung yang mengasikan dan penuh akan misteri dan kenangan.